Berbagai upaya pelestarian bahasa daerah termasuk bahasa Sumbawa telah dilakukan baik melalui kegiatan pengembangan maupun pembinaan bahasa Sumbawa. Kegiatan pengembangan misalnya telah dilakukan melalui penyediaan Kamus Sumbawa-Indonesia, Morfologi Bahasa Sumbawa, Struktur Bahasa Sumbawa, Sintaksis Bahasa Sumbawa, hingga materi ajar muatan lokal bahasa Sumbawa. Penulisan bahan pengembangan bahasa Sumbawa termasuk dipandang belum efektif jika sistem penulisannya kurang mencermati tata ejaan atau sistem penulisan yang ada. Bahan-bahan tersebut penulisannya belum menggunakan tata ejaan bahasa Sumbawa yang ada. Dengan kata lain, penyediaan bahan baku pelestarian atau pengembangan bahasa Sumbawa belum dilakukan secara sistematis dan efektif. Sebab itulah penulisan buku “Ejaan Bahasa Sumbawa: Pengembangan dan Pembinaan Bahasa” dilakukan. Beberapa penulis berupaya menulis teks bahasa Sumbawa tetapi belum mencerminkan kondisi atau karakteristik sistem bunyi bahasa Sumbawa. Penulisan berbagai teks berbahasa Sumbawa baik tuter, pidato, bagesa, lawas, sakeco, bakelong, aksara lontar, muatan lokal, dan sebagainya dapat menggunakan sistem ejaan bahasa Sumbawa yang benar. Selain itu, pengembangan ejaan bahasa Sumbawa ini memberikan ruang agar bahan pelestarian bahasa Sumbawa memiliki sistem penulisan yang seragam. Hanya dalam konteks seperti itulah pengembangan dan pembinaan bahasa Sumbawa dapat berjalan dengan efektif. Buku ini terdiri atas tujuh bagian, yaitu bagian 1 tentang kondisi kebahasaan. Bagian 2 dan bagian 3 masing-masing tentang sistem bunyi dan ejaan bahasa Sumbawa. Bagian 4 dan bagian 5 masing-masing tentang penulisan huruf dan penulisan kata. Bagian 6 tentang penulisan unsur serapan serta bagian 7 tentang aksara lontar Sumbawa.